21 febuari 2013

Untuk Taufik,

Hai, semoga kabarmu baik. Sebaik aku selalu,yang meski sedang tak baik keadaanku, seketika baik saat sapamu padaku tertuju.

Ada yang ingin kutanyakan, meski tak kau jawab. Sebab bagiku ini menyedihkan, dan aku bisa jadi lebih sedih lagi jika kata tanya ini hanya menumpuk – membusuk di hatiku sendiri tanpa pernah tersampaikan.
 Karena itu melalui surat ini, aku ingin membaginya, denganmu yang lebih dulu selalu bisa memberiku bahagia.

Mengapa engkau pergi begitu saja tanpa pesan, menghilang tanpa jejak, meninggalkan harap yang kita sama- sama tahu tak mungkin. Ada yang tak bisa kusampaikan padamu sebelumnya tentangku  yang mungkin itu tak lagi ingin kau tahu.

Ada yang padamu begitu ingin kukatakan sebelumnya, bahwa air laut  seketika manis oleh lidahku terasa, saat membayangkan senyum dari wajahmu begitu mempesona.

Ada yang padamu ingin kuberikan. Sebuah cinta sederhana  berisi luapan kasih yang kini jadi paling tak ingin kau terima sebabnya. 

Sekarang aku olehmu tak terlihat. Sebab padamu aku datang terlambat, dan aku hanya bisa meradang melihatnya disisimu.

Itu saja saat ini yang ingin kuberitahukan, semoga tak menggangu saat surat ini sampai padamu.

-Uthy.

Jakarta,21 febuari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s